سْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَنِ ألرَّحِيْ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kita boleh berharap, kita juga boleh bermimpi. Hidup akan terlihat lebih indah dengan harapan dan impian yang akan kita wujudkan.
Selagi kita hidup, dan selagi kita bisa, maka mempunyai mimpi akan masa depan tak ada salahnya walaupun itu terasa begitu tinggi dan susah kita gapai. Tapi yang perlu diingat adalah mimpi yang tinggi tanpa diikuti dengan usaha dan doa juga akan terasa tanpa makna. Usaha yang keras dan dibarengi dengan panjatan doa akan membuat mimpi itu semakin dekat dengan kenyataan.
Memang kita tidak tahu kalau mimpi itu tadi bisa jadi kenyataan atau tidak, dan kita pun tak tahu kapan itu akan terwujud. Kecakapan kita dalam membaca peluang dan tegar menghadapi segala tantangan akan membuat keberhasilan mimpi tersebut menjadi mungkin.
Hakekatnya kita sebagai manusia hanya bisa bermimpi, berusaha dan berdoa. Sementara segala keputusan tetap ada di tangan Allah SWT.
Orang yang berani bermimpi tentu juga harus berani dengan konsekuensi kegagalan. Dengan kegagalan itu kita bisa jadi lebih fokus dalam menghadap ke depan. Mimpi merupakan jembatan bagi kita untuk melangkah jauh ke depan dan menuai keberhasilan, dan mungkin bisa juga disebut planning untuk masa depan yang lebih baik.
Jadi kenapa musti takut untuk bermimpi, karena merasa impian yang kita punya itu terlalu besar. Jika kita takut, maka tak ada bedanya dengan orang yang tawakkal tanpa berikhtiyar.
Jujurlah pada impian sendiri dan “be real” dalam menjalankan mimpi itu…Lihatlah situasi..Jangan sampai mengalahkan kebahagiaan pragmatis..DREAMING, PLANING, ACTUATING AND PRAYING !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar